top of page

KEBAKTIAN PASKAH BUHA BUHA IJUK SEKOLAH MINGGU HKBP BOGOR

Minggu, 9 April 2023 merupakan Perayaan Paskah subuh bagi anak anak sekolah minggu HKBP Bogor. Perayaan ini dinamakan Buha-buha Ijuk (ibadah subuh) yaitu ibadah peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur yang telah menjadi perayaan peringatan akan Tuhan Yesus setiap tahun.


Jika di beberapa daerah Buha-buha Ijuk dilakukan dengan ibadah di gedung gereja, maka anak anak sekolah minggu gereja HKBP Bogor merayakannya di lokasi lapangan Bukit Tunggul (perumahan pendeta). Sukacita nampak di raut muka anak anak sekolah minggu dalam perayaan dan ibadah ini walaupun sejak subuh sudah harus bangun dan berkumpul di lapangan Bukit Tunggul.



ibadah Buha Buha Ijuk ini juga dihadiri oleh orang tua yang mendampingi anak anak ke Bukit Tunggul.


Ibadah berjalan dengan khidmat dan berkat Tuhan memberikan cuaca yang baik tanpa hujan. Di dalam ibadah tersebut juga ditampilkan fragmen Tuhan Yesus Bangkit dan penampilan per kelas dalam hal bernyanyi. Tak luput horong 0 (Nol) juga memberikan puji-pujian.


Salah satu kegiatan yang membuat anak anak sekolah minggu senang dan bersuka cita adalah adanya sesi mencari telur Paskah bagi anak anak sekolah minggu horong 0 (nol). Untuk horong selanjutnya melakukan penampilan dalam bernyanyi dan games yang lain.



Asal-usul Tradisi Buha-buha Ijuk dilansir dari laman indonesia.go.id, tradisi Buha-buha Ijuk oleh Sekolah Minggu HKBP ini menapaktilasi peristiwa di Alkitab ketika Maria Magdalena mengetahui kabar kebangkitan Yesus Kristus dari kubur.

Saat itu Maria Magdalena berlari ke kubur untuk memastikan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur. Dalam kepercayaan Nasrani, peringatan kebangkitan itu bukan sekadar kebangkitan daging, namun sekaligus bukti kemenangan Yesus atas kuasa maut. Sesuai pesan Alkitab, kematianNya diyakini sebagai pembuka jalan sekaligus menjamin kebangkitan bagi manusia yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dunia.

Peristiwa itulah yang kemudian ditiru oleh warga Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan merayakan Paskah langsung di kuburan keluarganya. Oleh sejumlah misionaris atas nama Zending, mereka membawa kabar baik (injil) sampai ke tanah Batak. Tak kurang dari misionaris Ingwer Lodewijk Nommensen, rasul Batak, berhasil meyakinkan leluhur orang Batak atas keyakinan baru hingga nenek moyang orang Batak perlahan mulai meninggalkan ritual animisme dan dinamisme. Peran HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), sebagaimana kelanjutan misi Nommensen, kemudian membawa perubahan radikal soal keagamaan dan ritual-ritual di tengah masyarakat Batak.


Perubahan yang dilakukan termasuk diantaranya dengan melakukan pembaharuan budaya. Namun hal tersebut tidak serta-merta mengubah budaya dan ritual nenek moyang yang sudah ada, namun beberapa yang dianggap layak tetap dipertahankan. Salah satunya adalah berwujud ritual buha-buha ijuk yang identik dengan tradisi menziarahi kubur keluarga.


Pada masa lalu sempat ada upaya untuk menggeser tradisi buha-buha ijuk ini dari lokasi pekuburan menjadi ibadah di gedung gereja. Namun seorang peziarah mengatakan bahwa usaha itu tidak bertahan karena orang-orang tidak datang ke gereja, sehingga tradisi tersebut kembali dirayakan di kuburan.

Demikian kegiatan ini dilakukan oleh Sekolah Minggu HKBP Bogor dalam perayaan Paskah dengan judul Yesus Bangkit.


Haleluya, kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi. Amin.



Sumber: EM


Comments


bottom of page