Ruang Perempuan HKBP Bogor Sesi ke-6 - Parenting
- HKBP Bogor
- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Sabtu sore, 23 Mei 2026 jadi momen hangat di GSG HKBP Bogor. Ruang Perempuan kembali hadir dengan sesi ke-6 bertema “Belajar Menjadi Orangtua Bijak di Era Digital dan Tantangan Kekinian”. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari panitia Ruang Perempuan, dilanjutkan pemaparan materi oleh pembicara Ibu Ani Fedga, M.Si, PSi yang membagikan banyak insight praktis yang bikin para orangtua, pengajar sekolah minggu, dan anggota jemaat yang antusias mencari strategi praktis mendidik anak di zaman digital manggut-manggut sekaligus tersenyum.

Ruang terasa penuh semangat. Jemaat yang hadir tampak antusias, apalagi saat pembicara mengajak peserta berdiskusi soal realita sehari-hari: dari anak yang susah lepas gadget, sampai bagaimana menyeimbangkan kasih dan disiplin. Banyak yang merasa “ini banget” dengan pengalaman mereka di rumah.
Poin Penting yang Dibahas
Anak adalah warisan pusaka — titipan Tuhan yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Enam kebutuhan anak: fisik, emosional, sosial, intelektual, finansial, dan spiritual.
Teladan orangtua jadi kunci. Anak lebih banyak meniru daripada mendengar.
Era digital menuntut orangtua hadir, bukan sekadar memberi aturan.
Pembicara menekankan, “Anak yang tangguh berarti berani, kuat, mantap, berjiwa pahlawan, dan bertanggung jawab.”


Sesi tanya jawab jadi bagian paling hidup. Ada yang bertanya soal cara membatasi screen time tanpa bikin anak merasa dikekang, ada juga yang berbagi pengalaman tentang menyeimbangkan kasih dan disiplin. Jawaban pembicara selalu sederhana tapi mengena, bikin peserta pulang dengan bekal nyata untuk diterapkan.


Takeaway untuk Orangtua
Jadilah teladan, bukan sekadar pemberi nasihat.
Seimbangkan IQ, EQ, dan SQ anak.
Kasih dan disiplin harus berjalan beriringan.
Gunakan momen sehari-hari sebagai ruang belajar.


Acara ditutup dengan doa dan senyum puas dari peserta. Beberapa peserta menyampaikan bahwa sesi ini memberi mereka keberanian untuk menetapkan aturan keluarga yang lebih konsisten dan cara konkret membangun kedekatan dengan anak. Seorang peserta berkata bahwa contoh-contoh praktis tentang pengaturan waktu layar dan cara memberi konsekuensi yang penuh kasih sangat membantu.
Banyak yang berharap sesi parenting seperti ini terus berlanjut, karena terasa relevan dengan tantangan zaman sekarang.
Ruang Perempuan HKBP Bogor sekali lagi berhasil menghadirkan ruang belajar yang hangat, santai, tapi penuh makna.

Testimoni Peserta









Komentar